kita

Kadang kita bertanya pada hati
Maksud apakah liku kehidupan ini?
Adakah ini sekadar satu selekoh yang perlu dilalui tanpa makna
Atau adakah ia satu gerbang ke kebahagiaan hakiki

Kita mendongak merenung luasnya langit
Kita menunduk mengagumi kukuhnya bumi
Dan pada akhirnya kita bertanya,
Sekuat dan sebesar itukah hati?
Kerana kalau benar begitu,
Mengapa hati itu masih bersedih?
Mengapa hati itu masih keperitan?

Kita jejaki hari demi hari
Barangkali lebih sering memalsukan keceriaan
Dari menzahirkan sebenarnya perasaan
Lantas mengharungi malam demi malam
Ditemani heningnya bayu, sunyinya bicara
Bersama titisan air mata tanpa henti

Mengapa begini?
Hari berlalu hari, minggu berlalu minggu
Tidak lelah kita persoalkan
Namun masa tidak pernah berhenti menoleh pada keraguan kita
Hingga akhirnya yang rugi itu tetap kita

Meski satu hari nanti kita kan melangkah jauh ke hadapan
Pasti saja kita masih akan bertanya,
Mengapa begini?
Dan saat masanya itu tiba,
Kita masih tidak akan mempunyai jawapannya

'kita' itu aku
Dan aku masih di sini
Sendirian menghitung sepi
Melayan hibanya hati
Menanggapi lemahnya diri
Dan aku akan tetap di sini
Walau masa terus berlalu pergi
Walau kalian juga terus berlalu pergi

Comments

Popular posts from this blog

My personal tips on how to handle someone who's spilling their problems or tears to you ver. 1.0

what happened